Home » » Hubungan antara Sifat Fisik Aspal dengan Campuran Aspal Panas

Hubungan antara Sifat Fisik Aspal dengan Campuran Aspal Panas

Selain sifat agregat dan komposisi bahan campuran, kinerja suatu perkerasan beraspal sangat dipengaruhi oleh sifat fisik dan sifat kimia aspal. Aspal adalah material yang bersifat viskoelastis (baca juga: jenis-jenis aspal), yang berarti bahwa sifat aspal selalu berubah tergantung pada temperatur baik selama proses pencampuran maupun pemadatan.

Hubungan antara Sifat Fisik Aspal dengan Campuran Aspal Panas
  • Pengaruh sifat aspal pada proses pencampuran dan pengangkutan
Selama proses pencampuran, aspal harus cukup encer sehingga dapat menyelimuti permukaan agregat dengan cepat dan menyeluruh (biasanya dalam waktu 30 detik). waktu pencampuran yang lama dengan tujuan untuk mendapatkan homogenitas campuran, justru akan merubah sifat dan merusak aspal. Untuk proses pencampuran yang baik, aspal harus dipanaskan pada temperatur tertentu agar penyebaran dan penyelimutan aspal pada agregat berlangsung secepat mungkin
Tetapi temperatur pemanasan aspal yang terlalu tinggi juga tidak baik karena dapat menyebabkan tingginya oksidasi yang terjadi dan pada akhirnya akan menurunkan kualitas campuran. Temperatur yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan aspal akan mengalir kembali keluar dari dalam agregat, baik pada saat pengangkutan maupun selama waktu tunggu sebelum campuran tersebut dihamparkan.
  • Pengaruh sifat aspal pada proses penghamparan dan pemadatan
Pada saat campuran beraspal dimuat ke atas mesin penggelar (paver) dan selama masa operasional penggelaran berlangsung, temperatur campuran beraspal akan menurun dengan agak cepat. Hal ini disebabkan karena pengaruh kecepatan angin dan ketebalan penggelaran lapisan campuran beraspal.
  • Pengaruh sifat aspal pada masa pelayanan
Setelah pencampuran, penggelaran dan pemadatan campuran beraspal, kinerja perkerasan pada masa pelayanan harus dipertimbangkan juga. Kondisi kritis dari kinerja perkerasan beraspal biasanya terjadi pada temperatur di atas 50o C atau pada temperatur yang rendah (di bawah 50o C). Pada temperatur tinggi masalah yang sering terjadi pada perkerasan beraspal adalah deformasi plastis dan naiknya aspal ke permukaan perkerasan campuran beraspal.

0 komentar: