Cara menghilangkan garis frame pada gambar atau logo yang muncul saat dicetak dari Autocad

Apakah anda pernah mengalami ketika melakukan pencetakkan / print hasil gambar dari Autocad, muncul garis di sekeliling gambar atau logo yang telah anda sisipkan? Seperti yang terlihat pada gambar berikut:

Cara menghilangkan garis frame gambar atau logo yang muncul saat diprint dari Autocad

Jika jawaban anda adalah ya, anda pernah mengalaminya. Dan hal tersebut menjadi masalah bagi anda. Anda telah melakukan hal yang benar ketika anda membaca artikel ini, karena pada kesempatan kali ini kumpulengineer akan membagikan bagaimana cara untuk menghilangkan garis atau frame pada gambar atau logo yang disisipkan (Insert) pada gambar Autocad tersebut. Berikut adalah langkah-langkahnya:

Langkah langkah menghilangkan garis atau frame pada gambar di Autocad agar tidak muncul saat nge-print adalah:

  • Pilih atau klik pada gambar yang ingin dihilangkan frame-nya
  • Pilih menu modify - Object - image - Frame
  • Ubah image frame setting menjadi 0
  • Selesai

Sangat mudah bukan? Silahkan anda coba untuk melakukan pencetakkan atau print ulang sekali lagi untuk memastikan apakah garis yang mengganggu tersebut masih ada atau tidak.

Perlu diingat, saat frame image dalam posisi nilai 0. gambar atau image tersebut tidak dapat di-klick, di-edit, maupun dipindah. Untuk dapat melakukan edit pada gambar atau image yang disisipkan tersebut anda terlebih dahulu harus mengubah kembali image frame setting-nya. Silahkan anda ikuti langkah langkah diatas. kemudian ubah angka 0 menjadi angka 1.

Cara menghitung kebutuhan bata merah

Mengetahui jumlah kebutuhan bahan merupakan hal yang penting dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan suatu konstruksi. Dengan mengetahui jumlah kebutuhan bahan, kita akan dapat memperkirakan berapa biaya yang harus dikeluarkan. Selain itu proses pengadaan atau pembelian bahan juga dapat dilakukan secara efisien.

Pada kesempatan yang telah lalu kumpulengineer telah membahas mengenai cara menghitung volume pekerjaan dinding. Tidak lengkap rasanya kalau tidak kita sertai dengan membahas bagaimana cara menghitung kebutuhan bahan pembuat dinding tersebut.

Bahan utama yang digunakan untuk membuat dinding bisa dibilang cukup beragam. Seperti yang telah kami uraikan pada artikel bahan pembuat dinding sebelumnya. Khusus pada kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas mengenai cara menghitung kebutuhan batu bata untuk membuat dinding, baik itu dinding rumah, maupun untuk dinding bangunan lainnya.

Agar dapat mengetahui jumlah kebutuhan bata merah keseluruhan yang diperlukan, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengetahui jumlah bata untuk setiap 1 meter perseginya. Kemudian mengkalikannya dengan total luas dinding tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut kumpulengineer bagikan contoh perhitungan kebutuhan batu bata untuk pekerjaan dinding rumah:
dinding bata, cara menghitung bata, bata merah, batu bata, pasangan bata, jumlah bata

Contoh cara menghitung jumlah kebutuhan bata

Pada contoh cara menghitung volume pekerjaan dinding yang telah lalu. Diketahui Luas bersih dinding untuk bangunan atau rumah berukuran 5x5 m tersebut adalah 77,24 m2. maka untuk dapat mengetahui berapa jumlah kebutuhan bata dinding tersebut kita harus mengetahui terlebih dahulu jumlah bata untuk tiap meter perseginya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Menggunakan angka koefisien pengali sesuai SNI perhitungan harga satuan pekerjaan.

cara ini merupakan cara yang paling mudah. karena kita hanya perlu mengkalikan angka koefisien yang telah ditetapkan dalam SNI dengan Luas dinding tersebut. Berdasarkan SNI analisa harga satuan untuk pekerjaan pemasangan dinding bata merah 1/2 batu. jumlah bata merah yang dibutuhkan adalah 70 buah untuk setiap 1 meter perseginya. Sehingga jumlah kebutuhan bata keseluruhan adalah:

Jumlah kebutuhan bata = Luas dinding x koefisien (SNI)
Jumlah kebutuhan bata = 77,24 x 70 = 5407 buah

Namun perlu diingat angka koefisien 70 buah tersebut adalah untuk pemasangan 1 m2 dinding bata merah dengan ketebalan 1/2 batu dan menggunakan bata yang berukuran 5 cm x 11 cm x 22 cm. Jika ketebalan dinding dan ukuran bata berbeda maka angka koefisien tersebut perlu disesuaikan lagi.

Menggunakan cara perhitungan teoritis

Untuk dapat mengetahui jumlah bata dalam satu meter persegi dinding, anda dapat menghitungnya dengan cara membagi luasan 1 meter persegi dinding dengan 1 luasan muka bata ( termasuk spesi). Sebagai contoh perhitungan kita asumsikan tebal spesi adalah 1,5 cm. maka jumlah bata per m2 adalah:

Jumlah bata per m2 = 1 : Luas muka bata
Jumlah bata per m2 = 1 : ((Panjang bata + Spesi) x (Tinggi bata + Spesi))
Jumlah bata per m2 = 1 : ((0,22+0,015)x (0,05+0,015))
Jumlah bata per m2 = 1 : (0,235 x 0,065)
Jumlah bata per m2 = 1 : 0,0153 = 65,36 Buah
atau dibulatkan menjadi 66 Buah per meter persegi sehingga;

Jumlah kebutuhan bata = Luas dinding x Jumlah bata per m2
Jumlah kebutuhan bata =  77,24 x 66 = 5098 buah
atau dapat anda bulatkan menjadi 5100 buah.

Perlu diingat hasil cara perhitungan ini hanyalah kebutuhan terpasang saja, belum ditambah dengan kebutuhan bata tambahan, sebagai antisipasi terhadap adanya kerusakan atau faktor faktor lainnya.

Dari hasil perhitungan diatas, dengan menggunakan ukuran bata yang sama dengan cara sebelumnya didapat perbedaan jumlah bata dalam satu meter perseginya. Pada perhitungan menggunakan SNI terdapat 70 buah dalam 1 m2 sedangkan hasil perhitungan teoritis sebanyak 66 buah. Hal ini dapat dipengaruhi karena perbedaan asumsi ketebalan spesi yang digunakan serta faktor faktor lain yang tidak kita perhitungkan pada cara yang kedua.

Cara yang kedua atau berdasarkan perhitungan tersebut sangat cocok digunakan untuk perhitungan apabila bata yang digunakan berbeda ukuran dengan yang telah disebutkan pada SNI. misalkan anda ingin menggunakan bata dengan berbentuk balok dengan ukuran 8 cm x 8 cm x 20 cm, atau dengan ukuran lainnya, atau anda ingin menggunakan batako sebagai bahan pembuat dinding cara ini juga dapat anda gunakan. 

Namun perlu kami ingatkan kembali cara perhitungan ini belum mengantisipasi keperluan tambahan akibat adanya kerusakan, ukuran yang tidak seragam, perbedaan ketebalan spesi, atau yang disebabkan oleh faktor lainnya. Anda dapat menambahkan 5-10% dari total keseluruhan bahan yang anda perlukan sebagai antisipasi terjadinya kekurangan bahan.

Kemampuan yang Harus Dimiliki Lulusan Teknik Sipil Agar Unggul Dalam Persaingan Melamar Pekerjaan

Memiliki kemampuan atau skill tertentu dapat memberikan keuntungan tersendiri dalam menghadapi persaingan untuk mendapatkan suatu pekerjaan. Begitu pula bagi para lulusan teknik sipil. meski peluang kerja teknik sipil yang terbuka lebar tetap saja persaingan untuk mendapatkannya tidak dapat dihindari.

Bagi kalian para mahasiswa atau mahasiswi teknik yang kebetulan berhadir membaca artikel kumpulengineer ini, saya secara pribadi mengajak kalian untuk sedikit memperhatikan teman kuliah anda. Dengan latar belakang pendidikan yang sama, kampus yang sama, diajar oleh dosen yang sama, suatu hari nanti tidak menutup kemungkinan mereka akan menjadi saingan anda dalam mendapatkan pekerjaan.
Kemampuan yang Harus Dimiliki Lulusan Teknik Sipil Agar Unggul Dalam Persaingan Melamar Pekerjaan

Lantas kemampuan atau skill apa yang sekarang anda miliki yang kiranya dapat membuat anda lebih unggul dalam persaingan? Membuat anda berbeda dengan teman satu angkatan anda?

Bagaimana? Apakah anda sudah dapat mengetahui dimana letak keunggulan anda?

Jika menurut anda saat ini kemampuan yang anda miliki tidak jauh berbeda dengan rekan rekan anda, mungkin inilah saatnya. Masih belum terlambat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan diri. 

Berikut kumpulengineer rangkumkan beberapa kemampuan yang patut dikuasai agar meningkatkan daya saing anda kedepannya:

  • Public speaking

Percaya atau tidak. bagi masyarakat kita anak teknik dianggap lebih pendiam dibanding dengan yang lainnya. Dianggap lebih menyukai angka angka dibanding dengan kata kata.

Cobalah memperhatikan teman disekitar anda. Ada berapa banyak teman anda yang cukup mahir menjadi pembicara? Saya rasa tidak akan begitu banyak. Disinilah salah satu kesempatan anda untuk unggul !

kemampuan berbicara di depan umum serta memberikan paparan secara terstruktur merupakan salah satu kemampuan yang sangat diperlukan dalam dunia kerja. Oleh karena itu, anda perlu untuk terus melatih dan meningkatkan kemampuan tersebut.

  • Kuasai bahasa asing

Kondisi pasar atau industri yang saat ini terbuka lebar membuat kemampuan dalam menggunakan bahasa asing turut diperhitungkan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya perusahaan perusahaan memberikan persyaratan menguasai bahasa asing tertentu dalam merekrut karyawan mereka.

Bahasa asing yang banyak digunakan antara lain bahasa inggris, bahasa jepang, bahasa jerman, dan juga bahasa mandarin.

Dengan menguasai bahasa asing hal ini akan menjadi keunggulan tersendiri bagi anda.

  • Kuasai software teknik

Keahlian dalam penggunaan software teknik sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Software teknik dapat mempermudah dan mempercepat proses perencanaan, membantu menganalisa struktur, membuat permodelan, melakukan manajemen proyek, dan lain sebagainya.

Berikut adalah beberapa jenis software teknik yang umum digunakan dalam dunia konstruksi:

Bidang Gambar Desain

Software yang banyak digunakan untuk membuat gambar desain 2D maupun 3D antara lain adalah Autocad, Sketch up, 3D Max, dan ArchiCAD.
Khusus untuk software Autocad, Saat ini sudah hampir wajib untuk dikuasai bagi lulusan teknik sipil. Karena penggunaannya yang sudah sangat umum dan diperlukan dalam semua bidang konstruksi.
Lihat juga: Situs Download Gambar Desain / Rencana 3D dan 2D terbaik

Bidang analis struktur

Software yang banyak digunakan untuk melakukan analisa atau perhitungan struktur antara lain adalah SAP2000, ETABS, dan STAADPRO.

Bidang analisis bangunan air

Dalam analisis bangunan air seperti bendungan dan waduk, salah satu software yang dapat diandalkan adalah software HEC-RAS.

Bidang Geoteknik

Dalam bidang Geoteknik, software yang banyak digunakan adalah Plaxis dan GeoStudio

Bidang Manajemen Proyek / Konstruksi

Software yang banyak digunakan dalam Manajemen proyek antara lain adalah Primavera dan Ms Project

Bidang Perpetaan

Sedangkan dalam bidang perpetaan, beberapa software yang dapat menjadi andalan antara lain adalah ArcGIS  dan Mapsource

Selain software-software yang kumpulengineer sebutkan di atas, masih banyak lagi software lainnya yang dapat mendukung pekerjaan dalam dunia konstruksi. Tidak perlu semua software anda kuasai silahkan anda pilih mana yang sesuai dengan kebutuhan anda. Setiap software pasti memiliki keunggulannya masing masing.

Demikianlah beberapa kemampuan yang harus dimiliki lulusan teknik sipil agar unggul dalam persaingan mendapatkan pekerjaan.
Mendapatkan pekerjaan merupakan hal yang baik, namun dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain tetap yang terbaik.

Pengertian sloof dan cara menghitung volume beton, bekisting, serta besi tulangan untuk sloof

Pengertian sloof

Sloof adalah istilah untuk salah satu elemen struktur bangunan yang bekerja pada arah horizontal sama halnya seperti balok. Pada suatu bangunan atau rumah, sloof dipasang secara memanjang diantara pondasi batu kali dan juga dinding. 

Sloof berfungsi untuk menerima beban dari dinding dan mendistribusikannya secara merata pada pondasi dan juga kolom (tiang). Selain itu, sloof juga berfungsi sebagai pengikat antar kolom pada suatu bangunan (rumah).

Contoh perhitungan volume pekerjaan sloof

Pekerjaan pembuatan sloof beton bertulang seringkali dinyatakan dalam satuan meter kubik. namun dalam perhitungannya terdapat pekerjaan lain yang tidak dapat terpisahkan dan perlu untuk diperhitungkan juga, apalagi ketika anda ingin membuat RAB. Pekerjaan lain tersebut ialah pekerjaan pembuatan dan pemasangan bekisting, dan pekerjaan pembesian. 

Berikut kumpulengineer bagikan contoh cara menghitung volume pekerjaan sloof

Cara menghitung volume beton untuk sloof:

detail potongan sloof, menghitung sloof, bekisting sloof, pondasi batu kali

Dari gambar di atas diketahui, panjang sloof adalah sama dengan panjang pondasi batu kali yaitu 27 m. Ukuran Lebar  dan tinggi sloof adalah 15 cm dan  20 cm. Maka volume beton untuk pekerjaan sloof tersebut adalah:

Volume beton = panjang sloof x lebar sloof x tinggi sloof
Volume beton = 27 x 0,15 x 0,2 
Volume beton = 0,81 m3 (meter kubik)

Cara menghitung volume bekisting untuk sloof

Bekisting sloof dipasang memanjang dikedua sisinya. Volume bekisting sloof dinyatakan dalam satuan m2 (meter persegi). Sehingga untuk menghitung volume bekistingnya cukup dengan mengkalikan panjang sloof dengan tingginya dan dikalikan lagi dengan 2.

Volume bekisting = panjang sloof x tinggi sloof x 2
Volume bekisting = 27 x 0,2 x 2
Volume bekisting = 10,8 m2 (meter persegi)

Cara menghitung volume pembesian sloof

Misalkan besi yang digunakan untuk penulangan sloof adalah besi diameter 10 mm dan besi diameter 8 mm. besi diameter 10 mm digunakan sebagai besi tulangan utama atau pokok sebanyak 4 buah. Sedangkan besi diameter 8 mm digunakan untuk tulangan sengkang atau beugel dengan jarak pemasangan 150 mm.
Lihat juga: Metode pelaksanaan pemasangan tulangan pada kolom
Rumus untuk menghitung volume tulangan utama adalah:

Volume tulangan utama (dia. 10) = jumlah tulangan x panjang sloof
Volume tulangan utama (dia. 10) = 4 x 27
Volume tulangan utama (dia. 10) = 108 m

Sedangkan untuk menghitung volume tulangan sengkang, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menghitung total panjang besi untuk satu buah sengkang. kemudian dikalikan dengan jumlah sengkang keseluruhan.

Panjang sengkang perbuah = Keliling sengkang + kait
Panjang sengkang perbuah = (12 + 17 + 12 + 17) + (5+5)
Panjang sengkang perbuah = 58 + 10
Panjang sengkang perbuah = 68 cm = 0,68 m

Jumlah sengkang = (Panjang sloof : jarak antar sengkang (Spasi)) + 1
Jumlah sengkang = (27 : 0,15) + 1
Jumlah sengkang = 181 buah

Sehingga total besi diameter 8 untuk sengkang adalah;
Volume besi dia. 8 = Panjang sengkang perbuah x Jumlah sengkang
Volume besi dia. 8 = 0,68 x 181
Volume besi dia. 8 = 123,08 m

jika anda ingin mengetahui jumlah batang atau lonjor besi tersebut, maka anda cukup membagi total panjang besi tersebut dengan 12 (Panjang standar besi tulangan per batang/lonjor).

Besi tulangan utama (dia. 10) = 108 / 12 = 9 Batang
Besi tulangan Sengkang (dia. 8) = 123,08 /12 = 10,26 = 11 Batang (Dibulatkan)

atau jika anda ingin mengetahui berat baja tulangan anda dapat melihatnya di Cara mudah mengetahui berat baja tulangan

Pengertian opname proyek dan langkah langkah melakukan opname pada pekerjaan TPT pasangan batu

Pengertian opname proyek

Dalam kehidupan sehari-hari istilah opname seringkali diartikan dengan rawat inap dirumah sakit. Namun pengertiannya menjadi sangat jauh berbeda ketika menyangkut suatu proyek. Opname proyek adalah suatu kegiatan pengukuran dan atau pemeriksaan terhadap hasil dari suatu pekerjaan dengan tujuan untuk mengetahui capaian (progress) dari suatu pekerjaan tersebut.

Pelaksanaan opname idealnya dilakukan oleh setiap pihak yang terlibat dalam suatu proyek, sebut saja diantaranya adalah pihak owner atau pemilik pekerjaan, pihak kontraktor atau pelaksana pekerjaan, serta konsultan pengawas pekerjaan.

Pada pekerjaan yang tugas dan fungsi pengawasan berada di owner, maka pelaksanaan opname dapat dilakukan oleh owner dengan kontraktornya saja. Sama halnya seperti pada kontraktor dengan sub-kontraktornya, kontraktor dengan mandor atau dengan kepala tukang borongan.

Berikut kumpulengineer bagikan cara pelaksanaan opname lapangan untuk pekerjaan tembok penahan tanah dari pasangan batu:

Langkah langkah pelaksanaan opname lapangan atau pengukuran untuk pekerjaan tembok penahan tanah dari pasangan batu.

Pada pekerjaan TPT (Tembok Penahan Tanah) dari pasangan batu volume pekerjaan seringkali dinyatakan dalam satuan meter kubik (m3). sehingga dalam pelaksanaan opname lapangan, ukuran atau dimensi pasangan batu (bentuk trapesium) yang perlu diukur dan diketahui adalah panjang, lebar atas, lebar bawah, dan juga tinggi dari pasangan batu tersebut.
opname proyek, cara opname, pasangan batu, siring, penahan tanaha

Berikut adalah cara atau langkah langkah untuk melakukan opname TPT pasangan batu :

  • Ukur panjang dari TPT dan berikan tanda pada tiap jarak tertentu.
  • Ukur dimensi penampang pasangan batu.
Pada pengukuran dimensi lebar atas, lebar bawah, dan juga tinggi pasangan batu dapat dilakukan pada tiap jarak tertentu. Misalnya setiap 10 m, 25 m , atau bahkan setiap 50 m jika kondisi pasangan batu dianggap tidak mengalami perubahan ukuran yang signifikan. Sesuai dengan tanda yang diberikan pada saat pengukuran panjang pada langkah pertama yang telah disebutkan diatas. Namun perlu diingat semakin jauh jarak titik pengukuran maka akan semakin berkurang tingkat ketelitiannya.

Dalam hal pengukuran tinggi pasangan batu, usahakan benar benar pengukuran dilakukan dari dasar pasangan batu hingga bagian atasnya. Jika bagian bawah pasangan batu tertutup oleh timbunan maka diperlukan penggalian agar dasar pasangan batu tersebut dapat terlihat. sehingga pengukuran dapat dilakukan secara maksimal.

  • catat setiap data hasil pengukuran.
Setelah semua data selesai dikumpulkan, tahapan selanjutnya adalah menghitung volume terpasang dari TPT pasangan batu tersebut. Untuk cara perhitungannya anda dapat mengikuti langkah langkahnya yang ada pada artikel terdahulu mengenai cara menghitung volume pasangan batu.

  • Dan yang terakhir adalah mendokumentasikan pelaksanaan opname, Baik dalam bentuk fhoto maupun video.
Keberadaan dokumentasi pelaksanaan sangatlah penting, mengingat hasil dokumentasi tersebut akan menjadi bukti bahwa benar telah dilakukan opname pada pekerjaan tersebut.