Sekilas tentang spun pile, mulai dari pengangkutan hingga pemancangannya

Spun pile adalah salah satu jenis tiang pancang beton prestressed (beton prategang) yang berbentuk bulat dengan rongga pada bagian dalamnya. Tiang pancang jenis ini banyak digunakan untuk pondasi bangunan bertingkat tinggi dan pada pekerjaan pembangunan jembatan.

tiang pancang bulat, spun pile, paku bumi, pondasi
Spun pile
Ukuran spun pile sangat beragam tergantung dari produsennya. mulai dari diameter 300, 350, 400, 450, 500, 600, 800, 1000, hingga yang terbesar adalah 1200 mm. sedangkan panjang spun pile mulai dari 6 meter hingga 24 meter.

Pengangkutan spun pile ke lokasi pekerjaan

truck trailer, spun pile, tiang pancang bulat, paku bumi

Semakin besar dan atau semakin panjang tiang pancang akan semakin sulit dalam proses pengangkutan dan pemancangannya. pengangkutan spun pile dapat dilakukan menggunakan truck trailer.

Unloading spun pile menggunakan excavator

excavator, bongkar muatan, spun pile, trailer

Alat excavator bisa dibilang adalah alat berat yang multifungsi. selain untuk menggali, excavator juga dapat digunakan untuk membantu proses unloading (bongkar muat) spun pile dari truck trailer. fungsi lainnya dari excavator dapat dilihat pada 3 fungsi lain dari excavator.

Pemancangan spun pile 

pile driving, pemancangan tiang pancang, abutment jembatan

Untuk pemancangan spun pile alat yang dapat digunakan antara lain adalah Diesel Hammer, Hydraulic Hammer, dan Hydraulic Static Pile Driver (Jacking Pile)

Penyambungan spun pile


penyambungan tiang pancang, pengelasan

Penyambungan spun pile dilakukan dengan cara pengelasan dan sebaiknya anda memperhatikan  segala persiapan sebelum melakukan pengelasan.

Pemotongan tiang pancang (spun pile)


pemotongan spun pile, excavator

Setelah pekerjaan pemancangan selesai dilakukan. Bagian tiang pancang yang muncul dipermukaan dan elevasinya melebihi dari yang direncanakan harus dipotong dengan sedemikian rupa dengan alat bantu yang sesuai. jika sisa potongan terlalu panjang dapat dibantu dengan excavator untuk memindahkan hasil pemotongan tersebut.

cara menghitung kebutuhan semen, pasir, dan kerikil untuk pekerjaan pengecoran beton

Untuk menghitung kebutuhan semen, pasir, dan kerikil untuk pekerjaan pengecoran beton.
Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah menghitung volume beton yang akan dikerjakan tersebut.
sebagai contoh perhitungan anda dapat melihatnya pada artikel cara menghitung volume jalan cor beton. Pada artikel tersebut kita ketahui volume betonnya adalah 30 m3. Sekarang kita lanjutkan dengan bagaimana cara menghitung kebutuhan bahan atau material untuk pekerjaan tersebut.


Cara untuk menghitung kebutuhan bahan semen, pasir, dan kerikil untuk pekerjaan beton tidak jauh berbeda dengan cara menghitung bahan untuk pekerjaan pasangan batu yang telah lebih dulu kumpulengineer bagikan.

kita dapat memperhitungkan kebutuhan bahannya dengan menggunakan komposisi dari masing masing material yang telah ditentukan sesuai dengan standar SNI yang ada. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah contoh cara perhitungannya

Cara menghitung kebutuhan semen, pasir dan kerikil untuk pekerjaan pengecoran beton dengan mutu K-125

Berdasarkan SNI untuk membuat satu kubik (1 m3) beton dengan mutu K-125 (9,8 Mpa) diperlukan bahan semen sebanyak 276 Kg, pasir beton 828 Kg, dan kerikil/ batu split sebanyak 1012 Kg. Sehingga untuk mengetahui jumlah kebutuhan bahan untuk pengecoran beton tersebut, jumlah volume beton harus dikalikan dengan koefisien bahan sesuai dengan yang telah kami sebutkan diatas.

Kebutuhan bahan = volume beton x koefisien bahan 
Maka,
Kebutuhan semen = 30 x 276 = 8.280 kg
Kebutuhan pasir = 30 x 828 =  24.840 kg
Kebutuhan kerikil/ batu split = 30 x 1012 =  30.360 kg

Dari perhitungan tersebut, diketahui jumlah kebutuhan semen adalah 8.280 kg atau 165,6 zak (1 zak isi 50 kg).

Sedangkan untuk kebutuhan pasir dan kerikil jika anda ingin mengetahuinya dalam satuan kubik (m3) maka anda perlu mengkonversikannya dengan cara membagi total kebutuhan bahan tersebut dengan berat jenisnya masing-masing. berat jenis pasir adalah 1400 kg/m3. sedangkan untuk kerikil/koral/split adalah 1350 kg/m3. maka:

Kebutuhan pasir = 24.840/1400 = 17,74 m3
Kebutuhan kerikil/ batu split = 30.360/1350 = 22.49 m3

Sangat mudah, bukan?

Kemudian bagaimana jika kita ingin menghitung volume bahan untuk pekerjaan beton dengan mutu beton yang berbeda? misalnya beton mutu K-100, K-250, K-300, atau bahkan untuk beton mutu lainnya?

Caranya adalah hampir sama dengan diatas. Namun anda perlu menyesuaikan koefisien bahan sesuai dengan mutunya. untuk mempermudah anda. berikut kumpulengineer bagikan tabel koefisien bahan untuk berbagai macam mutu campuran beton:

tabel koefisien bahan cor, komposisi semen, pasir, dan batu

untuk hasil perhitungan bahan yang lebih baik, anda dapat menggunakan koefisien bahan yang didapat dari JMF atau job mix formula. mengingat sifat dan karakter bahan dari setiap daerah atau sumber bahan cenderung berbeda-beda.

jenis jenis alat pelindung diri atau APD berdasarkan fungsinya

Alat pelindung diri atau yang biasa disingkat dengan APD adalah suatu alat yang berfungsi untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuh pemakainya dari segala potensi bahaya. Alat pelindung diri sangat beragam jenis dan fungsinya sehingga penggunaanya perlu disesuaikan dengan potensi bahaya dan risiko yang ada.


Berdasarkan fungsinya, APD atau alat pelindung diri dibagi menjadi beberapa jenis. Yaitu:

APD, helm proyek, sepatu safety, k3, alat keselamatan

  • Alat pelindung kepala

Alat pelindung kepala adalah alat yang berfungsi untuk melindungi bagian kepala dari benturan dan kejatuhan suatu benda. contohnya adalah helm pengaman (Safety helmet). helm pengaman digunakan hampir di semua jenis pembangunan konstruksi. entah itu pekerjaan jalan, jembatan, gedung, maupun bangunan lainnya.

  • Alat pelindung tangan

Alat pelindung tangan adalah alat yang berfungsi untuk melindungi tangan dan jari-jari dari panas maupun luka. Contohnya adalah sarung tangan.
sarung tangan dapat terbuat dari berbagai bahan. mulai dari kulit,karet, kain, maupun bahan lainnya. sarung tangan kulit seringkali digunakan untuk melindungi tangan dari panas misalnya pada pekerjaan pengelasan. sedangkan sarung tangan dengan bahan kain selain untuk melindungi tangan dari tergores atau lecet. penggunaannya juga dimaksudkan agar dapat memegang suatu benda dengan erat.

  • Alat pelindung kaki

Alat pelindung kaki berfungsi untuk melindungi kaki dari kejatuhan benda benda berat dan tertusuk benda tajam. contohnya adalah sepatu keselamatan (safety shoes). penggunaannya hampir pada seluruh pekerjaan sama halnya dengan helm pengaman.

  • Alat pelindung mata dan muka

Alat pelindung mata dan muka adalah alat yang berfungsi untuk melindungi mata dan atau muka dari percikan benda benda atau partikel partikel yang melayang di udara, pancaran cahaya, maupun bahaya lainnya. Contohnya adalah goggles dan tameng muka (face shield).

  • Alat pelindung telinga

Alat pelindung telinga atau alat pelindung pendengaran adalah alat yang berfungsi untuk melindungi alat pendengaran dari kebisingan atau suara yang sangat keras. contohnya adalah penutup telinga dan penyumbat telinga (ear plug). alat ini biasanya digunakan saat melakukan pekerjaan di dekat sumber kebisingan

  • Alat pelindung pernapasan

Alat pelindung pernapasan adalah alat yang berfungsi melindungi organ pernapasan dari debu, asap, gas, atau lainnya dengan cara menyaring udara yang masuk. Contohnya adalah masker.
Dalam pekerjaan konstruksi, masker sebaiknya digunakan pada pekerjaan pengecatan, pembongkaran beton, dan pada pekerjaan lainnya yang berisiko terhadap kesehatan pernapasan.

  • Alat pelindung jatuh perorangan

Alat pelindung jatuh adalah alat yang berfungsi untuk membatasi pekerja pada tempat tempat yang berpotensi jatuh dan untuk menahan atau menjaga pekerja tidak jatuh hingga membentur lantai. salah satu contoh dari alat pelindung jatuh perorangan adalah body harness

  • Pelampung

Pelampung adalah alat pelindung yang berfungsi untuk melindungi pekerja yang berada di atas air atau di permukaan air agar tidak tenggelam. Contoh dari jenis pelampung adalah jaket keselamatan atau life jacket.

jenis jenis alat bantu dalam pekerjaan konstruksi dan fungsinya

Saat anda membuat RAB, anda pasti menemukan alat bantu di hampir setiap analisa harga satuan pekerjaan. Namun apakah anda mengetahui alat apa yang dimaksud dengan alat bantu tersebut?

Berikut kumpulengineer bagikan jenis - jenis alat yang termasuk kategori alat bantu dalam pekerjaan konstruksi diantaranya :


  • Balincong atau gancu
Balincong atau gancu adalah peralatan yang hampir serupa dengan cangkul namun dengan dua mata dan berbentuk agak meruncing. Alat ini sering digunakan pada pekerjaan perkerasan berbutir atau pada pembongkaran lapisan aspal secara manual.
  • Sekop
Sekop banyak digunakan pada pekerjaan penggalian, membuat adukan semen,  dan untuk memuat bahan material seperti tanah dan pasir kedalam gerobak dorong atau ke wadah lainnya.
  • Cangkul
Cangkul digunakan untuk pekerjaan galian biasa dengan kedalaman yang tidak begitu dalam.

alat bantu, gancu, roskam, cetok, balincong
  • Sapu lidi
Sapu lidi digunakan untuk pekerjaan pembersihan permukaan dan terkadang juga digunakan untuk membuat tekstur pada permukaan jalan cor atau rabat beton.
  • Kereta dorong 
Berfungsi untuk mengangkut dan memindahkan bahan material.
  • Cetok
Cetok digunakan untuk mengambil dan menempelkan campuran mortar. Misalnya pada pekerjaan pasangan batu, pemasangan dinding bata, plesteran dan lainnya.
  • Ember
Ember digunakan untuk mengambil air atau untuk mengangkut campuran beton.
  • Garu
Garu memiliki bentuk hampir seperti cangkul namun dengan mata menjari seperti garpu. Garu sering digunakan sebagai alat bantu pada pekerjaan pembersihan drainase atau selokan dan juga pada pembersihan saluran irigasi dari tumbuhan liar. 
  • Hammer atau martil
Hammer atau martil adalah sebutan untuk palu dengan ukuran besar yang dapat digunakan untuk pekerjaan pembongkaran beton atau dinding. Selain itu juga dapat digunakan untuk memecahkan batu kali yang ukurannya terlalu besar pada pekerjaan pondasi pasangan batu.
  • Palu
Palu merupakan salah satu peralatan tukang kayu yang paling mendasar. 
  • Linggis
Sama halnya dengan ganco, linggis juga dapat digunakan untuk menggali permukaan berbatu. Namun dengan lubang galian yang kecil dan tidak terlalu dalam. Kira kira hanya sekitar 50 cm. 
  • Kuas
Kuas adalah alat bantu yang digunakan pada pekerjaan pengecatan atau untuk menyebarkan minyak pada permukaan bekisting. 
  • Ampelas
Ampelas berfungsi untuk menghaluskan permukaan. Seperti permukaan kayu yang dipotong atau lainnya.
  • Sikat baja
Sikat baja merupakan salah satu alat yang perlu disiapkan sebelum pengelasan untuk membersihkan permukaan baja dari kerak atau karat yang menempel.
  • Gunting potong baja
Gunting potong baja terbagi menjadi dua jenis, yaitu gunting baja untuk memotong baja tulangan dan gunting untuk memotong baja yang berbentuk lembaran. Misalnya untuk bahan penutup atap seperti seng atau genteng metal.

  • APD atau alat pelindung diri
APD atau alat pelindung diri seperti helm, rompi, sepatu, dan peralatan lainnya yang berfungsi untuk melindungi pekerja dari resiko kecelakaan kerja juga termasuk bagian dari alat bantu.
  • Roskam
Roskam merupakan alat bantu untuk pelaksanaan pekerjaan plesteran, pekerjaan acian, meratakan permukaan beton, dan juga pekerjaan lainnya.

Cara menghilangkan garis frame pada gambar atau logo yang muncul saat dicetak dari Autocad

Apakah anda pernah mengalami ketika melakukan pencetakkan / print hasil gambar dari Autocad, muncul garis di sekeliling gambar atau logo yang telah anda sisipkan? Seperti yang terlihat pada gambar berikut:

Cara menghilangkan garis frame gambar atau logo yang muncul saat diprint dari Autocad

Jika jawaban anda adalah ya, anda pernah mengalaminya. Dan hal tersebut menjadi masalah bagi anda. Anda telah melakukan hal yang benar ketika anda membaca artikel ini, karena pada kesempatan kali ini kumpulengineer akan membagikan bagaimana cara untuk menghilangkan garis atau frame pada gambar atau logo yang disisipkan (Insert) pada gambar Autocad tersebut. Berikut adalah langkah-langkahnya:

Langkah langkah menghilangkan garis atau frame pada gambar di Autocad agar tidak muncul saat nge-print adalah:

  • Pilih atau klik pada gambar yang ingin dihilangkan frame-nya
  • Pilih menu modify - Object - image - Frame
  • Ubah image frame setting menjadi 0
  • Selesai

Sangat mudah bukan? Silahkan anda coba untuk melakukan pencetakkan atau print ulang sekali lagi untuk memastikan apakah garis yang mengganggu tersebut masih ada atau tidak.

Perlu diingat, saat frame image dalam posisi nilai 0. gambar atau image tersebut tidak dapat di-klick, di-edit, maupun dipindah. Untuk dapat melakukan edit pada gambar atau image yang disisipkan tersebut anda terlebih dahulu harus mengubah kembali image frame setting-nya. Silahkan anda ikuti langkah langkah diatas. kemudian ubah angka 0 menjadi angka 1.

Cara menghitung kebutuhan bata merah

Mengetahui jumlah kebutuhan bahan merupakan hal yang penting dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan suatu konstruksi. Dengan mengetahui jumlah kebutuhan bahan, kita akan dapat memperkirakan berapa biaya yang harus dikeluarkan. Selain itu proses pengadaan atau pembelian bahan juga dapat dilakukan secara efisien.

Pada kesempatan yang telah lalu kumpulengineer telah membahas mengenai cara menghitung volume pekerjaan dinding. Tidak lengkap rasanya kalau tidak kita sertai dengan membahas bagaimana cara menghitung kebutuhan bahan pembuat dinding tersebut.

Bahan utama yang digunakan untuk membuat dinding bisa dibilang cukup beragam. Seperti yang telah kami uraikan pada artikel bahan pembuat dinding sebelumnya. Khusus pada kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas mengenai cara menghitung kebutuhan batu bata untuk membuat dinding, baik itu dinding rumah, maupun untuk dinding bangunan lainnya.

Agar dapat mengetahui jumlah kebutuhan bata merah keseluruhan yang diperlukan, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengetahui jumlah bata untuk setiap 1 meter perseginya. Kemudian mengkalikannya dengan total luas dinding tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut kumpulengineer bagikan contoh perhitungan kebutuhan batu bata untuk pekerjaan dinding rumah:
dinding bata, cara menghitung bata, bata merah, batu bata, pasangan bata, jumlah bata

Contoh cara menghitung jumlah kebutuhan bata

Pada contoh cara menghitung volume pekerjaan dinding yang telah lalu. Diketahui Luas bersih dinding untuk bangunan atau rumah berukuran 5x5 m tersebut adalah 77,24 m2. maka untuk dapat mengetahui berapa jumlah kebutuhan bata dinding tersebut kita harus mengetahui terlebih dahulu jumlah bata untuk tiap meter perseginya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Menggunakan angka koefisien pengali sesuai SNI perhitungan harga satuan pekerjaan.

cara ini merupakan cara yang paling mudah. karena kita hanya perlu mengkalikan angka koefisien yang telah ditetapkan dalam SNI dengan Luas dinding tersebut. Berdasarkan SNI analisa harga satuan untuk pekerjaan pemasangan dinding bata merah 1/2 batu. jumlah bata merah yang dibutuhkan adalah 70 buah untuk setiap 1 meter perseginya. Sehingga jumlah kebutuhan bata keseluruhan adalah:

Jumlah kebutuhan bata = Luas dinding x koefisien (SNI)
Jumlah kebutuhan bata = 77,24 x 70 = 5407 buah

Namun perlu diingat angka koefisien 70 buah tersebut adalah untuk pemasangan 1 m2 dinding bata merah dengan ketebalan 1/2 batu dan menggunakan bata yang berukuran 5 cm x 11 cm x 22 cm. Jika ketebalan dinding dan ukuran bata berbeda maka angka koefisien tersebut perlu disesuaikan lagi.

Menggunakan cara perhitungan teoritis

Untuk dapat mengetahui jumlah bata dalam satu meter persegi dinding, anda dapat menghitungnya dengan cara membagi luasan 1 meter persegi dinding dengan 1 luasan muka bata ( termasuk spesi). Sebagai contoh perhitungan kita asumsikan tebal spesi adalah 1,5 cm. maka jumlah bata per m2 adalah:

Jumlah bata per m2 = 1 : Luas muka bata
Jumlah bata per m2 = 1 : ((Panjang bata + Spesi) x (Tinggi bata + Spesi))
Jumlah bata per m2 = 1 : ((0,22+0,015)x (0,05+0,015))
Jumlah bata per m2 = 1 : (0,235 x 0,065)
Jumlah bata per m2 = 1 : 0,0153 = 65,36 Buah
atau dibulatkan menjadi 66 Buah per meter persegi sehingga;

Jumlah kebutuhan bata = Luas dinding x Jumlah bata per m2
Jumlah kebutuhan bata =  77,24 x 66 = 5098 buah
atau dapat anda bulatkan menjadi 5100 buah.

Perlu diingat hasil cara perhitungan ini hanyalah kebutuhan terpasang saja, belum ditambah dengan kebutuhan bata tambahan, sebagai antisipasi terhadap adanya kerusakan atau faktor faktor lainnya.

Dari hasil perhitungan diatas, dengan menggunakan ukuran bata yang sama dengan cara sebelumnya didapat perbedaan jumlah bata dalam satu meter perseginya. Pada perhitungan menggunakan SNI terdapat 70 buah dalam 1 m2 sedangkan hasil perhitungan teoritis sebanyak 66 buah. Hal ini dapat dipengaruhi karena perbedaan asumsi ketebalan spesi yang digunakan serta faktor faktor lain yang tidak kita perhitungkan pada cara yang kedua.

Cara yang kedua atau berdasarkan perhitungan tersebut sangat cocok digunakan untuk perhitungan apabila bata yang digunakan berbeda ukuran dengan yang telah disebutkan pada SNI. misalkan anda ingin menggunakan bata dengan berbentuk balok dengan ukuran 8 cm x 8 cm x 20 cm, atau dengan ukuran lainnya, atau anda ingin menggunakan batako sebagai bahan pembuat dinding cara ini juga dapat anda gunakan. 

Namun perlu kami ingatkan kembali cara perhitungan ini belum mengantisipasi keperluan tambahan akibat adanya kerusakan, ukuran yang tidak seragam, perbedaan ketebalan spesi, atau yang disebabkan oleh faktor lainnya. Anda dapat menambahkan 5-10% dari total keseluruhan bahan yang anda perlukan sebagai antisipasi terjadinya kekurangan bahan.