Home » , » Pengertian, Klasifikasi, dan Cara Penyimpanan Semen Portland

Pengertian, Klasifikasi, dan Cara Penyimpanan Semen Portland

Pengertian semen portland:

Semen portland adalah bahan utama campuran beton yang merupakan hasil dari penggilingan kalsium silikat hidrat dan ditambah dengan satu atau lebih senyawa kalsium sulfat dalam bentuk kristal.  menurut sejarah penamaan semen portland atau "portland cement" diambil dari nama salah satu pulau di inggris, yaitu pulau portland. Bubuk semen tersebut pada awalnya dikenal merupakan hasil pencampuran air, pasir, dan bebatuan yang ada di pulau tersebut.

Klasifikasi semen portland :

Berdasarkan tujuan pemakaiannya semen portland dapat diklasifikasikan menjadi:
  • Semen portland tipe I, yaitu semen yang dapat digunakan secara umum tanpa ada persyaratan khusus lainnya.
  • Semen portland tipe II, yaitu semen yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap senyawa sulfat dan panas hidrasi yang sedang.
  • Semen portland tipe III, yaitu semen yang pada penggunaannya memerlukan kekuatan awal yang tinggi.
  • Semen portland tipe IV, yaitu semen yang pada penggunaannya memerlukan panas hidrasi yang lebih rendah.
  • Semen portland tipe V, yaitu semen yang pada penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap sulfat yang tinggi.

Cara penyimpanan semen yang baik:

jenis semen

Kwalitas semen sangat tergantung pada cara penyimpanannya.
Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan pada proses penyimpanan semen:
  • Simpan semen ditempat yang kering dan tidak lembab
  • Tumpukan zak semen tidak bersentuhan langsung dengan lantai atau dinding, Jarak terhadap lantai kurang lebih 30 Cm
  • Jumlah maksimal zak dalam satu tumpukan sebainya tidak lebih dari 8 zak
  • Untuk semen yang dalam bentuk curah harus disimpan dalam tangki khusus (silo) untuk menghindari tercampur dengan material lainnya.

0 komentar: