Home » » Permasalahan-permasalahan dalam perencanaan drainase perkotaan

Permasalahan-permasalahan dalam perencanaan drainase perkotaan

Banyak faktor yang mempengaruhi dan perlu dipertimbangkan secara matang dalam perencanaan suatu sistem drainase yang berkelanjutan. Perencanaan tidak hanya disesuaikan dengan kondisi sekarang namun juga untuk masa yang akan datang.
Dalam perencanaan drainase perkotaan tidak lepas dari berbagai masalah yang perlu ditangani secara benar dan menyeluruh. Permasalahan-permasalahan Drainase Perkotaan antara lain:
tumbuhan liar di saluran drainase
Tanaman liar yang tumbuh akibat adanya endapan di dasar saluran
  • Peningkatan debit
Perubahan tata guna lahan yang selalu terjadi akibat perkembangan kota dapat mengakibatkan peningkatan aliran permukaan dan debit banjir. Besar kecil aliran permukaan sangat ditentukan oleh pola penggunaan lahan, yang diekspresikan dalam koefisien pengaliran yang bervariasi antara 0,10 (hutan datar) sampai 0,95 (perkerasan jalan). Hal ini menunjukkan bahwa pengalihan fungsi lahan dari hutan menjadi perkerasan jalan bisa meningkatkan debit puncak banjir sampai 9,5 kali, dan hal ini mengakibatkan prasarana drainase yang ada menjadi tidak mampu menampung debit yang meningkat tersebut.
  • Penyempitan dan pendangkalan saluran
Peningkatan jumlah penduduk yang sangat pesat mengakibatkan berkurangnya lahan untuk saluran drainase. Banyak pemukiman yang didirikan di atas saluran drainase sehingga aliran drainase menjadi tersumbat. Selain itu, sampah penduduk juga tidak jarang dijumpai di aliran drainase, terutama di daerah perkotaan. Hal ini karena kesadaran penduduk yang rendah terhadap kebersihan
lingkungan.

  • Lemahnya koordinasi dan sinkronisasi dengan komponen infrastruktur yang lain
Hal ini dapat dilihat dari seringnya dijumpai tiang listrik atau pipa air bersih di tengah saluran drainase, yang berakibat terganggunya kelancaran aliran di drainase itu sendiri. Selain itu, seringkali penggalian saluran drainase tidak sengaja merusak prasarana yang sudah ada atau yang ditanam dalam tanah. Biasanya kesalahan ini terjadi karena tidak adanya informasi yang akurat mengenai prasarana tersebut.

Permasalahan-permasalahan tersebut  tidak dapat diatasi tanpa peran aktif masyarakat itu sendiri. Dalam skala yang lebih kecil kita dapat turut berperan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan membuat sumur resapan