Home » , , » Cara Menghitung Kebutuhan Baja Tulangan

Cara Menghitung Kebutuhan Baja Tulangan

Pada kesempatan kali ini kumpulengineer akan membagikan tips atau cara untuk menghitung kebutuhan baja tulangan. dengan perhitungan yang baik kita dapat merencanakan atau melakukan pengadaan material baja tulangan dengan efektif dan meminimalkan waste atau sisa baja tulangan yang tidak dapat digunakan lagi , selain itu juga kontrol terhadap pemakaian material tersebut dapat dengan mudah dilakukan. 

Pada perhitungan kebutuhan baja tulangan, yang sering sekali diabaikan adalah menghitung sisa dari potongan baja tiap batangnya, padahal ini merupakan kunci dari perhitungannya. semakin sedikit sisa potongan maka akan semakin baik dan menguntungkan karena berkurangnya material yang terbuang. salah satu cara untuk meminimalkan sisa potongan adalah dengan memilih konfigurasi yang tepat pada pemotongan baja tulangan. untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut.

Artikel Terkait lain: Cara mudah mengetahui berat baja tulangan

misalkan diperlukan baja tulangan dengan diameter yang sama namun dengan dua bentuk dan panjang potongan yang berbeda. bentuk A baja tulangan dengan bentuk menerus atau lurus dengan kait di kedua ujungnya, total panjangnya adalah 60 cm.
bentuk B, baja tulangan dengan bentuk menyerupai huruf U disertai kait di kedua ujungnya. total panjangnya adalah 90 cm.
jumlah yang diperlukan untuk masing-masing bentuk adalah 16 buah. 
contoh perhitungan besi tulangan

Pilihan pemotongan pertama:
panjang satu batang baja adalah 12 m, satu batang baja tersebut kita potong untuk bentuk potongan A langsung sebanyak 16 buah, maka:
16 buah x 60 cm = 960 cm
sisa potongan baja = 1200 - 960 = 240 cm
kebutuhan potongan bentuk A cukup hanya dengan satu batang baja namun ada sisa potongan dengan panjang 240 cm. 

sekarang anggaplah sisa tersebut kita manfaatkan untuk potongan bentuk B, maka dengan panjang 240 cm akan didapat dua potong bentuk B dengan sisa potongan yang terbuang 60 cm.
untuk bentuk B sudah didapat 2 buah sehingga sisa 14 buah yang dibutuhkan.
kita potong lagi satu batang panjang 12 m untuk potongan bentuk B maka satu batang tersebut hanya cukup untuk 13 buah potongan bentuk B.
13 buah x 90 cm = 1170 cm tersisa potongan tulangan dengan panjang 30 cm.
Sekarang jumlah potongan bentuk B sudah 15 buah masih kurang 1 buah potongan lagi. untuk itu kita potong satu batang tambahan lagi. sehingga potongan bentuk B tercukupi 16 buah namun dengan menyisakan potongan baja tulangan sepanjang 11,10 m

jadi untuk pilihan pertama, untuk memenuhi 16 buah potongan bentuk A dan potongan bentuk B diperlukan 3 batang tulangan dengan sisa potongan,
1 potong besi dengan panjang 60 cm.
1 potong besi dengan panjang 30 cm. dan
1 potong besi dengan panjang 1110 cm.

Pilihan pemotongan kedua:
satu batang besi panjang 12 m kita potong menjadi 8 potong bentuk A dan 8 potong bentuk B.
(8 x 60) + (8 x 90) = 1200 cm
artinya tidak ada besi potongan yang terbuang. karena bentuk A dan B masing-masing diperlukan 16 buah, maka cukup 2 batang besi yang kita perlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

dari kedua pilihan pemotongan di atas dapat kita ketahui dengan perhitungan dan konfigurasi pemotongan yang tepat, material yang terbuang dapat diminimalkan. Contoh di atas hanya menggunakan 2 bentuk dan diameter yang sama. coba bayangkan jika terdapat banyak bentuk dan potongan yang berbeda dan diameter baja tulangan yang berbeda. membayangkannya saja sudah pusing apalagi jika harus menghitung dan mencari konfigurasi pemotongan yang tepat, pada intinya tetaplah sama. langkah pertama yaitu dengan mengelompokkan panjang bentuk potongan sesuai diameter kemudian menentukan konfigurasi pemotongan yang paling ekonomis. sampai disini dulu pembahasan kita semoga bermanfaat.
Lihat Juga : Metode pelaksanaan pemasangan tulangan pada kolom

0 komentar: