Apa Kabar Dunia Konstruksi?

Table of Contents
Apa Kabar Dunia Konstruksi?
Selamat pagi. Apa Kabar Dunia Hari Ini?

Es Kopi gula aren di tangan kiri, sedangkan tangan kanan sibuk memegang grip memastikan motor tetap melaju di jalanan yang masih sepi. Cahaya matahari terpendar menembus celah celah diantara lebatnya pepohonan. Bayang bayangnya seolah menari menemani perjalanan. 


Ini baru jam 8 pagi. Pikirku sudah riuh. 

Kok begini ya?
Elitnya begini, penegak hukumnya begitu, pemimpinnya? Kemana lagi kita berharap?
Apa yang bisa kita lakukan? 

Kritik, satire, meme, atau amarah di media sosial... entah mengapa terasa seperti melempar batu ke lautan. Gelombangnya bahkan tak terlihat. 

Apa kita yang selama ini salah sasaran?
Mereka sudah tak bisa diharapkan. 
Aturan mainnya memang seperti itu.

Apa yang seharusnya diperbaiki adalah kualitas dari pemilihnya? Sehingga kualitas dari pilihannya juga semakin baik. 
Tapi bagaimana jika yang tersedia cuma itu itu saja?
Bukannya memilih mencari yang terbaik, tetapi memilih yang paling sedikit rusaknya. 
Lantas apa yang bisa dilakukan?

Sruuuppp.. 
Ah sudahlah. Kejauhan. 
Lebih baik memikirkan yang dekat saja. 

Pencurian sedang marak
Barang yang hilang bukan barang mewah. Karet yang baru disadap. Ayam. Sepeda. Bahkan cabai beserta pohonnya. Entah apa alasan mereka mencuri. Tapi pencurian barang-barang seperti ini terasa seperti pertanda bahwa ekonomi memang sedang tidak baik-baik saja. Apa yang bisa dilakukan? Entahlah. 

Sruuuppp.. 
Apa sudah saatnya aku membangun perusahaan sendiri? Kontraktor atau Konsultan ya?
Tapi aku belum pandai melakukan lobi lobi. 
Apa ganti yang lain aja ya? sesuatu yang baru. 
Sesuatu yang di luar dari dunia konstruksi. 
Apa buka usaha ya? Tapi Usaha apa?
Jualan apa ya? Tapi ekonomi sedang sulit, orang orang sedang mengerem dan berusaha mengatur ulang pengeluarannya. 
 
Sepertinya perlu jalan-jalan sambil mencari peluang dan lokasi. 
Apa perlu buat rencananya aja dulu ya?
Rincikan semua keperluan untuk membuka usaha. Ketemu modalnya berapa terus hitung HPP-nya. Hitung target hariannya. Hitung kapan BEP-nya. 
Ah kapan mulainya kalau kebanyakan mikirnya. Tapi yaa masa gak dipikirin?

Sruuuppp 
Tapi nanti bagaimana bagi waktunya? 
Saat ini anak anak masih perlu kehadiranku. 
Atau cari usaha yang tidak mengganggu waktu untuk keluarga? Apa ya? Apa bisa?

Sruuuppp 
Ah sudahlah. Dunia. Dunia.
Cuma dunia saja semua yang ku pikirkan ini. Tapi yaa masa dunia tidak dipikirkan. 
Bukankah akhirat dibangun dari apa yang kita kerjakan di dunia? Jadi mau tak mau, dunia memang harus dipikirkan. Hanya saja jangan sampai menjadi tujuan akhirnya.

Sruuuppp 
Lah.. kok sudah habis kopinya.