Buku The Art of Creative Thinking Seni Berpikir Kreatif Karya Rod Judkins

Table of Contents

Informasi umum tentang buku " The Art of Creative Thinking Seni Berpikir Kreatif":

  • Judul        : The Art of Creative Thinking Seni Berpikir Kreatif
  • Penerbit   : Pustaka Pelajar
  • Penulis     : Rod Judkins
  • Dimensi   : 19 x 12 Cm
  • Tebal        : + 388 Halaman
Buku The Art of Creative Thinking Seni Berpikir Kreatif Karya Rod Judkins
Buku The Art of Creative Thinking Seni Berpikir Kreatif Karya Rod Judkins

Sepintas cerita buku "The Art of Creative Thinking Seni Berpikir Kreatif":

Berawal dari melihat mahakarya zaha hadid, seorang arsitek legendaris dunia yang memenangkan penghargaan arsitektur paling bergengsi, Pritzker Architecture Prize. 
Muncul pertanyaan, kok bisa ya sekreatif itu? Dari mana idenya muncul? Bagaimana cara agar menjadi kreatif? 

Berbekal rasa penasaran, perjalananku untuk mencari tahu ku putuskan diawali dari buku ini. buku The Art of Creative Thinking, buku Seni Berpikir Kreatif. 

Menurut keyakinanku, ini memang buku yang kreatif. Sesuai dengan judulnya. Buku ini memberikan pengalaman yang berbeda dalam membaca. Terdiri dari banyak bab. Hingga 85 bab jumlahnya. Setiap bab berdiri sendiri dan di setiap akhirnya terdapat qoute-qoute yang menginspirasi serta pilihan untuk melanjutkan kemana.

Jika setuju lanjut ke halaman ini, jika tidak ke halaman itu. Terinspirasi? Coba halaman ini. Tidak terinspirasi? Ke halaman itu. 
Nyaris setiap akhir bab terdapat kalimat kalimat senada. Pembaca diberi pilihan untuk melanjutkan kemana meski terkadang ada juga yang hanya diminta lanjut ke bab berikutnya. Dengan begini pengalaman setiap orang mungkin akan berbeda tergantung apa yang dipilih. 

Aku sendiri sempat tergocek ketika membaca buku ini. Aku coba ikuti membaca sesuai dengan pilihan hati. Namun entah di ke bab keberapa aku diminta kembali ke bab yang sudah ku baca. Kok gini? Apa ini sengaja dirancang agar pembaca mengulanginya kemudian memilih pilihan yang berbeda dari sebelumnya agar lanjut ke bab lain. Karena kalau tidak kita akan berada dilingkaran bab-bab yang sama. 

Kalau begini bagaimana kita tahu kalau semua bab sudah dibaca? Apa kita perlu mencatat setiap bab yang sudah di baca agar ingat alur mana yang dipilih?
Asuuuudahlah

Akhirnya ku putuskan untuk membaca dari awal saja. Dengan cara lama. Tanpa harus melompat lompat sesuai instruksi yang ada. Apakah ini yang namanya pemberontakan? Atau makar?