Home » , , » Cara menghitung kebutuhan bata merah

Cara menghitung kebutuhan bata merah

Mengetahui jumlah kebutuhan bahan merupakan hal yang penting dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan suatu konstruksi. Dengan mengetahui jumlah kebutuhan bahan, kita akan dapat memperkirakan berapa biaya yang harus dikeluarkan. Selain itu proses pengadaan atau pembelian bahan juga dapat dilakukan secara efisien.

Pada kesempatan yang telah lalu kumpulengineer telah membahas mengenai cara menghitung volume pekerjaan dinding. Tidak lengkap rasanya kalau tidak kita sertai dengan membahas bagaimana cara menghitung kebutuhan bahan pembuat dinding tersebut.

Bahan utama yang digunakan untuk membuat dinding bisa dibilang cukup beragam. Seperti yang telah kami uraikan pada artikel bahan pembuat dinding sebelumnya. Khusus pada kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas mengenai cara menghitung kebutuhan batu bata untuk membuat dinding, baik itu dinding rumah, maupun untuk dinding bangunan lainnya.

Agar dapat mengetahui jumlah kebutuhan bata merah keseluruhan yang diperlukan, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengetahui jumlah bata untuk setiap 1 meter perseginya. Kemudian mengkalikannya dengan total luas dinding tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut kumpulengineer bagikan contoh perhitungan kebutuhan batu bata untuk pekerjaan dinding rumah:
dinding bata, cara menghitung bata, bata merah, batu bata, pasangan bata, jumlah bata

Contoh cara menghitung jumlah kebutuhan bata

Pada contoh cara menghitung volume pekerjaan dinding yang telah lalu. Diketahui Luas bersih dinding untuk bangunan atau rumah berukuran 5x5 m tersebut adalah 77,24 m2. maka untuk dapat mengetahui berapa jumlah kebutuhan bata dinding tersebut kita harus mengetahui terlebih dahulu jumlah bata untuk tiap meter perseginya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Menggunakan angka koefisien pengali sesuai SNI perhitungan harga satuan pekerjaan.

cara ini merupakan cara yang paling mudah. karena kita hanya perlu mengkalikan angka koefisien yang telah ditetapkan dalam SNI dengan Luas dinding tersebut. Berdasarkan SNI analisa harga satuan untuk pekerjaan pemasangan dinding bata merah 1/2 batu. jumlah bata merah yang dibutuhkan adalah 70 buah untuk setiap 1 meter perseginya. Sehingga jumlah kebutuhan bata keseluruhan adalah:

Jumlah kebutuhan bata = Luas dinding x koefisien (SNI)
Jumlah kebutuhan bata = 77,24 x 70 = 5407 buah

Namun perlu diingat angka koefisien 70 buah tersebut adalah untuk pemasangan 1 m2 dinding bata merah dengan ketebalan 1/2 batu dan menggunakan bata yang berukuran 5 cm x 11 cm x 22 cm. Jika ketebalan dinding dan ukuran bata berbeda maka angka koefisien tersebut perlu disesuaikan lagi.

Menggunakan cara perhitungan teoritis

Untuk dapat mengetahui jumlah bata dalam satu meter persegi dinding, anda dapat menghitungnya dengan cara membagi luasan 1 meter persegi dinding dengan 1 luasan muka bata ( termasuk spesi). Sebagai contoh perhitungan kita asumsikan tebal spesi adalah 1,5 cm. maka jumlah bata per m2 adalah:

Jumlah bata per m2 = 1 : Luas muka bata
Jumlah bata per m2 = 1 : ((Panjang bata + Spesi) x (Tinggi bata + Spesi))
Jumlah bata per m2 = 1 : ((0,22+0,015)x (0,05+0,015))
Jumlah bata per m2 = 1 : (0,235 x 0,065)
Jumlah bata per m2 = 1 : 0,0153 = 65,36 Buah
atau dibulatkan menjadi 66 Buah per meter persegi sehingga;

Jumlah kebutuhan bata = Luas dinding x Jumlah bata per m2
Jumlah kebutuhan bata =  77,24 x 66 = 5098 buah
atau dapat anda bulatkan menjadi 5100 buah.

Perlu diingat hasil cara perhitungan ini hanyalah kebutuhan terpasang saja, belum ditambah dengan kebutuhan bata tambahan, sebagai antisipasi terhadap adanya kerusakan atau faktor faktor lainnya.

Dari hasil perhitungan diatas, dengan menggunakan ukuran bata yang sama dengan cara sebelumnya didapat perbedaan jumlah bata dalam satu meter perseginya. Pada perhitungan menggunakan SNI terdapat 70 buah dalam 1 m2 sedangkan hasil perhitungan teoritis sebanyak 66 buah. Hal ini dapat dipengaruhi karena perbedaan asumsi ketebalan spesi yang digunakan serta faktor faktor lain yang tidak kita perhitungkan pada cara yang kedua.

Cara yang kedua atau berdasarkan perhitungan tersebut sangat cocok digunakan untuk perhitungan apabila bata yang digunakan berbeda ukuran dengan yang telah disebutkan pada SNI. misalkan anda ingin menggunakan bata dengan berbentuk balok dengan ukuran 8 cm x 8 cm x 20 cm, atau dengan ukuran lainnya, atau anda ingin menggunakan batako sebagai bahan pembuat dinding cara ini juga dapat anda gunakan. 

Namun perlu kami ingatkan kembali cara perhitungan ini belum mengantisipasi keperluan tambahan akibat adanya kerusakan, ukuran yang tidak seragam, perbedaan ketebalan spesi, atau yang disebabkan oleh faktor lainnya. Anda dapat menambahkan 5-10% dari total keseluruhan bahan yang anda perlukan sebagai antisipasi terjadinya kekurangan bahan.

0 komentar: