Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara menghitung kebutuhan batu kali untuk pekerjaan pasangan batu

Pada kesempatan kali ini kami akan mencoba untuk memberikan jawaban atas pertanyaan saudara/i tumin yang ada pada artikel cara menghitung kebutuhan batu, semen, dan pasir untuk pekerjaan pasangan batu. 

Pertanyaannya kurang lebih adalah seperti ini, bagaimana cara mengukur banyaknya batu kali yang digunakan? untuk luas tanah 100 meter?

Terima kasih karena telah meninggalkan jejak dengan pertanyaan tersebut. Namun karena data yang anda berikan tidak terlalu lengkap, dengan sangat terpaksa ada beberapa data yang harus kami asumsikan sendiri. Seandainya data yang anda berikan bisa lebih lengkap mungkin contoh hasil perhitungan yang akan kami berikan kali ini akan lebih mengena. Semoga hal ini juga dapat membantu anda dan juga bermanfaat bagi yang lain.

Contoh cara menghitung banyaknya batu kali yang digunakan untuk pasangan batu

Diketahui luas tanah adalah 100 meter persegi, sebagai contoh kami asumsikan tanah tersebut berbentuk persegi dengan ukuran 10 m x 10 m. Disekelilingnya akan dibuat pagar dengan pondasi dari pasangan batu. Total panjang pondasi pasangan batu kami asumsikan adalah 35 m. Pondasi pagar tersebut berbentuk trapesium dengan ukuran lebar atasnya adalah 0,3 m, lebar bawah 0,4 m dan tinggi 0,6 m. Untuk lebih jelasnya seperti yang terlihat pada gambar berikut:

gambar denah pondasi, gambar detail potongan pondasi, pondasi pasangan batu

Untuk mengetahui berapa jumlah kebutuhan batu pada pekerjaan tersebut maka yang pertama kita lakukan adalah menghitung volume pasangan batu secara keseluruhan.
Volume pasangan batu = Luas penampang pasangan batu x Panjang pasangan batu 
Volume pasangan batu = (( lebar atas + lebar bawah)/2 x tinggi ) x Panjang  pasangan batu 
Volume pasangan batu = (( 0,3+0,4)/2 x 0,6 ) x 35
Volume pasangan batu = 7,35 m3

Setelah volume pasangan batu diketahui barulah kita lanjutkan dengan menghitung kebutuhan batu untuk pekerjaan tersebut.
Volume kebutuhan batu = Volume pasangan batu x Koefisien bahan
Volume kebutuhan batu =  7,35 x 1,2
Volume kebutuhan batu = 8,82 m3

Jadi kebutuhan bahan batu kali untuk pekerjaan pondasi tersebut adalah 8,82 m3 (meter kubik).

Secara teori kebutuhan batu untuk pekerjaan tersebut adalah 8,82 kubik namun realisasinya dapat saja berbeda. Bisa kurang atau lebih dari volume tersebut. karena ada banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi selama pelaksanaan pekerjaan tersebut. Oleh karena itu, kami menyarankan untuk tidak melakukan pembelian bahan batu secara keseluruhan. Anda dapat melakukannya secara bertahap. misalnya 50% terlebih dahulu kemudian anda evaluasi apakah dengan bahan batu 50% volume pekerjaan pasangan batu yang dilaksanakan juga mencapai 50%. 

Jika volume pekerjaan ternyata lebih dari 50% maka anda dapat melakukan pengurangan volume untuk pengadaan bahan berikutnya. Kondisi seperti ini menunjukkan adanya efisiensi dan tentunya menjadi keuntungan bagi anda. Jika sebaliknya, volume pekerjaan yang dicapai ternyata kurang dari 50%. maka sebaiknya anda perlu mencari tahu penyebabnya dan mencari solusi untuk mencegah kerugian menjadi lebih besar atau dalam artian akan semakin banyak biaya yang dikeluarkan. 

Pada contoh kasus kali ini mungkin pembelian bahan secara bertahap dan evaluasi tidak akan berpengaruh besar karena volume pekerjaannya yang kecil namun untuk pekerjaan dengan skala yang besar hal tersebut sangat diperlukan. 

Demikianlah yang dapat kami sampaikan. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada saudara/i tumin, semoga bermanfaat dan sesuai dengan yang anda harapkan. Jika ada hal lainnya yang ingin disampaikan silahkan anda menghubungi kami atau tinggalkan komentar di form yang tersedia.

3 komentar untuk "Cara menghitung kebutuhan batu kali untuk pekerjaan pasangan batu"

Unknown 26 Mei, 2021 17:16 Hapus Komentar
Mohon penjelasanx terkait apa perbedaan dari istilah2 CCO, adendum, Justek, amandemen. Pertanyaan lainnya : Biaya langsiran, RAB dan mc0.

Terimaksih
Unknown 10 Juli, 2021 13:11 Hapus Komentar
Terima kasih atas penjelasannya,tentunya saya sangat terbantu dengan membaca postingan ini,semoga sukses selalu buat penulis.
fakhli 31 Juli, 2021 00:16 Hapus Komentar
Untuk istilah CCO sudah ada kita singgung di artikel "Daftar Singkatan Bidang Konstruksi" namun hanya berupa kepanjangannya saja. Sedangkan untuk RAB anda dapat membacanya di artikel kami yang berjudul "Pengertian RAB dan Tahapan membuat RAB". Mohon maaf untuk istilah lain lainnya saat ini belum tersedia. Hal ini menjadi masukan bagi kami untuk kedepannya. Terima kasih.